Penerapan Parkir Elektronik di Pasar Maron, Kabupaten Probolinggo: Kesiapan dan Pertimbangan Matang
MARON, Radar Bromo - Kabupaten Probolinggo secara perlahan mulai menerapkan sistem parkir elektronik di pasar tradisionalnya, dengan Pasar Maron menjadi yang pertama mengadopsi inovasi ini. Saat ini, sarana dan prasarana parkir elektronik telah terpasang, tetapi tarif dan pengelolaannya masih dalam tahap penentuan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan
Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, Taupik Alami, menjelaskan bahwa
penerapan parkir elektronik di Pasar Maron telah dipertimbangkan secara matang.
Langkah ini diambil setelah memaksimalkan portal parkir yang sudah siap
digunakan dan merencanakan digitalisasi pasar secara bertahap.
"Kami telah merencanakan ini dengan matang. Namun,
implementasinya harus dilakukan secara bertahap, tidak bisa dilakukan secara
mendadak," ungkap Taupik.
Adapun beberapa aspek yang masih perlu dipertimbangkan,
termasuk penentuan pihak yang akan mengelola parkir elektronik dan sistem
keamanan. Pertanyaan mengenai apakah pengelolaan akan dilakukan oleh pegawai
dari Pasar Maron atau melalui pihak ketiga masih perlu diperjelas.
Selain itu, penentuan tarif retribusi parkir juga menjadi
perhatian utama. Besaran tarif harus proporsional dan tidak memberatkan
pengunjung pasar, sehingga tidak mengurangi minat mereka untuk berkunjung.
DKUPP berkomitmen untuk memastikan bahwa tarif yang ditetapkan tidak hanya
menguntungkan pengelola, tetapi juga dapat diterima oleh pengunjung.
"Kami harus mempertimbangkan dengan matang mengenai
pengelolaan. Tarif harus proporsional, tidak memberatkan pengunjung, dan tidak
merugikan pengelola," tambahnya.
DKUPP Kabupaten Probolinggo menargetkan implementasi penuh
parkir elektronik di Pasar Maron pada awal tahun 2024. Selain persiapan teknis,
pihaknya juga aktif melakukan sosialisasi kepada pedagang dan pengunjung pasar
untuk memastikan pemahaman mereka terkait manfaat dan cara penggunaan parkir
elektronik.
Parkir elektronik sendiri telah diimplementasikan sejak
tahun 2021 dengan anggaran sekitar Rp 200 juta. Tujuan utamanya adalah
meningkatkan keamanan pengunjung pasar, mengingat volume kendaraan yang cukup
padat di area tersebut. Diharapkan, inovasi ini tidak hanya membawa keamanan,
tetapi juga kenyamanan bagi pengunjung dan pedagang Pasar Maron.
Editor: Ronald Fernando

Komentar
Posting Komentar